Bearish Engufing adalah pattern yang dapat memprediksi pergerakan harga pasar akan bearish. Salah satu ciri bearish engufing adalah opening price (O) lebih tinggi dibandingkan opening price hari sebelumnya (O-1) dan closing price (C) lebih rendah dibandingkan lower price hari sebelumnya (L-1).
Umang setiap bulan berhasil menyisihkan uang Rp. 500 ribu untuk ditabung atau diinvestasikan. Uang tersebut sudah sebagian netto dari penghasilan yang Umang dapatkan dikurangi berbagai macam tagihan yang harus kita bayar seperti pendidikan, makan, belanja bulanan, asuransi, kartu kredit, cicilan mobil, dll.
Dalam rencana Umang uang tersebut tidak akan digunakan dalam jangka waktu kurang dari 3 tahun dan memang disiapkan untuk kebutuhan kedepan seperti membuka usaha, pernikahan dan kebutuhan lainnya. Tapi sekarang Umang bingung sebaiknya uang tersebut kita tabung/invest dimana ya biar return yang didapat bisa optimal
Langkah pertama Umang membandingkan berbagai macam jenis investasi yang sekiranya cocok dengan jangka waktu serta dana yang tersedia. Ok, sekarang Umang telpon beberapa call center bank untuk menanyakan produk tabungan yang mereka punya. Umang mendapatkan informasi dari bank-bank tersebut bahwa rata-rata mereka mempunyai produk tabungan dengan sistem anda menyediakan dana Rp. 500 ribu perbulan selama 3 tahun dengan bunga ancar-ancar/perkiraan 6.5 pa gross, selain produk tabungan tersebut bank-bank tersebut juga mempunyai produk deposito dengan minimal penempatan Rp. 10 juta dengan bunga 7.0 pa gross (potong pajak bunga 20%), ahhh ternyata produk ini memang mempunyai bunga lebih tinggi dari tabungan tapi Umang belum memiliki uang yang sesuai dengan persyaratan minimal
Setelah Umang mendapatkan informasi […]
Pernahkan anda perhatikan menu-menu apa saja yang terdapat di ATM (Anjungan Tunai Mandiri), SST (Self Service Terminal) atau apapun itu namanya?
Awal 2006, saya mendatangi salah satu ATM yang dimiliki oleh Bank NXXXX. Saya awalnya iseng-iseng saja ingin tahu fasilitas yang tersedia di ATM tersebut. Kalau tidak salah waktu itu saya memilih menu “Pembelian” lalu keluar pilihan pembelian “Voucher” dan “Reksadana”. Wahh saya saat itu baru tahu ternyata di ATM tersebut bisa membeli reksadana hehehe… Saya pilih menu “Pembelian” -> “Reksadana”, di menu reksadana tersebut ada beberapa pilihan “Pembelian”, “Inquiry”, “Penjualan” dan saya lupa satu lagi kalau tidak salah “Convert” (sampai saat inipun saya belum pernah memakai menu Convert). Menu Convert tersebut dapat digunakan untuk memindahkan kepemilikan Reksadana di MI yang sama. Misal saat ini anda memiliki Reksadana Pendapatan Tetap dan anda ingin merubahnya ke Reksadana Saham anda bisa gunakan menu Convert tersebut.
Ada beberapa pilihan manajer investasi seperti “Trimegah”, “BNI Securitas”, dll. Tidak semua produk reksadana sebuah MI bisa dibeli melalui ATM tersebut. Misal produk Trimegah hanya ada Reksadana Sahamnya (Trim Kapital), BNI Securitas ada produk XXX, produk dari MI AAA yang ada ZZZ. Setelah melalui beberapa langkah seperti anda setuju bila bla..bla.. maka saya tanpa pikir panjang (termasuk saat itu […]
Ini pertanyaan sulit dan dilema yang sering kita alami. Invest dimana ya? Kalau deposito saat seperti sekarang ini bunganya dibawah inflasi tahunan. Tabungan lebih parah lagi. Reksadana saham lagi ancur-ancurnya. Reksadana pendapatan tetap, campuran atau pasar uang juga lagi kurang optimal. Komoditi seperti Emas juga belum ngerti kapan saat beli yang tepat.